Suatu hari seorang malaikat turun ke bumi dan menghampiri seorang anak yang sedang duduk termenung di antara hamparan sawah. Malaikat itu mengajak sang anak melihat wajah negerinya yang sesungguhnya. Mereka berjalan ke hutan dan mendengar suara gerigi besi gergaji yang menyayat dan tangisan pepohonan. Satwa-satwa murka karena rumah mereka dirampas paksa dan mengamuk durjana, walau akhirnya jiwa mereka harus takhluk ditembus peluru senapan dan parang tajam. Mereka berjalan lagi ke pantai, melihat bagaimana manusia meracuni laut dengan bahan kimia kotor. Ikan-ikan mati tragis dan terumbu karang menangis. “Laut kami hancur”, desah sang anak. Malaikat mengajaknya berjalan lagi ke daratan dan melihat gunungan sampah terbentang yang mereka anggap sebuah keindahan. Meracuni udara dengan asap kotor ynag menyesakkan paru-paru. Mereka membunuh alam. “Bangsaku menghancurkan dirinya sendiri”, bisiknya pilu. Sang anak pun tertunduk lesu, hatinya sakit. Dan perjalanan mereka pun berakhir.
Ketika tak ada yang peduli…













Recent Comments