We came with love and will leave with love.
Semua telah tertulis…
Skenario perjalanan enam semester kita berakhir di musim panas bulan mei…
Kita datang memintal benang-benang impian dan pergi membawa rajutan harapan yang menghubungkan kita semua di bawah langit jingga Tuhan.
Episode awal cerita ini dimulai dari tanggal 19 juli, ketika kita sama sekali tak kenal siapa kamu, dia, dan mereka. Lalu hati kita menyatukannya dalam suatu tabung reaksi yang bernama persahabatan. Satir indah itu pun mengalir di setiap detik rotasi dan revolusi bumi. Tak ada peran antagonis dalam kisah ini, kita semua aktor utama yang sinergis. Namun cerita kita tidak kosong dan hampa, tak ada yang dapat menandingi konflik yang kita bangun. Marah yang paling murka, sorakan yang paling riuh, hati yang tersayat, riakan bahagia, dan kelenjar lakrimal yang tak henti mengeluarkan air mata. Ada rengkuhan hangat setiap yang satu jatuh, ada canda manis yang menghapus kesedihan, ada perisai kuat dari ksatria yang menyelubungi para perinya, dan ada bentangan sayap kasih sang peri pada ksatrianya. Semua terjalin layaknya gugusan bintang yang membentuk formasi TIGA BELAS. Indah.
Akan jadi apa kita nantinya? Bagaimana kita di masa depan?mereka bertanya.
Kita akan jadi yang terbaik sesuai lintasan orbit masing-masing. Kita akan menjadi venus, andromeda, calisto, jupiter, formalhault dan berjuta bintang-bintang cemerlang lainnya. Kitalah yang akan menerangi dunia, bersinar bukan hanya mejikihibiniu tapi sinar dari difraksi dan interferensi berbeda melalui celah-celah organa pelangi.
Namun alarm Tuhan telah berbunyi, teman. Tiga puluh empat bulan sudah kita lalui bersama di atas bukit hijau itu. Derap langkah kaki kita di pagi hari, di jalan yang sama, menjadi saksi bisu perjuangan kita. Lihatlah dunia! kata-kata tersulit dapat kami lafalkan, soal terumit telah kami pecahkan, puisi terindah telah kami buat, acara termegah telah kami selenggarakan, musuh terbesar pun telah kami kalahkan. Semua sudah kita lalui, teman. Dan kita menang. Kita selalu menjadi pemenang.
Dan disinilah kebersamaan itu harus berujung, tapi tidak di hati kita. Masih banyak mimpi yang harus kita raih, masih ada jalan-jalan lain yang harus ditempuh, masih banyak yang harus kita lakukan. Tapi yakinlah suatu saat kita akan bersama lagi. Merangkai prosa yang lebih indah lagi.
Selamat jalan, sahabat!!! sampai jumpa di “MOSA” yang lain^^












Recent Comments