30
Aug
08

Budaya, Budaya, Budaya…!!!

tarian aceh

Zaman sekarang sungguh aneh. Terutama kita orang Aceh. Benar-benar bangsa yang pelupa. Lupa belajar, lupa melestarikan, lupa kembali, lupa sejarah, lupa budaya dan lupa-lupa yang lainnya.

Negeri ini sebenarnya begitu termahsyur dan strategis. Tapi itu dulunya. Sekarang? Mari kita tinjau bersama. Aceh merupakan negeri yang berada di pintu gerbang selat malaka, dulunya kemahsyuran Aceh tersebar hingga ke seluruh penjuru dunia. Orang Aceh terkenal dengan budaya agamisnya yang sangat kental, budaya kekeluargaan yang erat, budaya belajar yang kuat, budaya kepemimpinan, budaya kesenian yang memukau masyarakat internasional (saat ini siapa yang tidak mengenal tari Saman, bukan?), serta budaya bela negara yang amat fanatik (jangan pernah mengajak orang aceh berperang kalau tidak mau digeriliyai).

Namun lagi-lagi itu fakta yang telah lama lewat. Saat ini? Masih terkenalkah Aceh di dunia internasional? Ya, masih karena kita baru saja dilanda bencana besar, yaitu gempa dan tsunami pada 26 desember 2004 sehingga menimbulkan simpati masyarakat internasional.

Sebenarnya bukan itu modal yang harus kita tunjukkan dalam menunjukkan jati diri bangsa ini ke kancah internasional. Budaya kita lah yang mestinya menjadi daya tarik dan daya saing yang memukau. Tapi sepertinya semua itu hampir terkubur karena terbentuk budaya baru pada masyarakat Aceh saat ini. Ya, budaya lupa dan budaya malas.

Betapa tidak, orang aceh sekarang banyak yang enggan menggunakan bahasa bundanya sendiri. Aneuk-aneuk nanggroe kini mulai malu berbahasa aceh. Tidak keren, dalihnya. Sungguh ironis. Belum lagi budaya belajar kita yang sangat rendah serta mulai melupakan tradisi yang ada. Kalau dahulu para anak-anak belajar mengaji di surau sebagai pembekalan dan penanaman konsep agama yang memang sangat penting untuk ditanam sejak dini, maka sekarang masyarakat kita lebih memilih memasukkan anak-anak mereka ke playgroup atau tempat bermain sejenisnya. Benar-benar terpengaruh modernisasi. Maka tidak perlu heran kalau sekarang banyak anak-anak yang bahkan tidak tahu cara sholat. Benar-benar tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Selain itu, dalam masalah kesenian daerah, betapa kita memiliki budaya yang sangat kaya dan “amazing culture”, saat ini siapa sih yang tidak mengenal tari saman? Bahkan beberapa waktu lalu saya sempat membaca sebuah berita tentang kegemilangan prestasi kesenian Aceh yang meraih juara 1 dalam Kompetisi Kesenian Internasional di Jerman beberapa waktu yang lalu.

Namun anehnya, di dalam negeri sendiri bahkan hal itu tidak populer. Berapa banyak sekolah-sekolah di Aceh yang memiliki ekskul wajib tari Saman? Bisa dihitung dengan jari. Sementara di jawa sendiri sangat bertolak belakang dengan kondisi yang ada di Aceh, sekolah-sekolah tidak dianggap keren dan bermutu jika tidak ada ekskul saman. Apa Kata Dunia???

Sebagai penutup, saya ingin mengingatkan lagi sebuah syair Aceh yang dulunya selalu dinyanyikan ibunda-ibunda kita :

Allah hai do doda idang/ rangkang di blang tameh bangka/ beurijang rayek putroë seudang/ tajak teubang perlak raya/ Allah hai do doda idang/ cicem subang jipô meu-gisa/ ngòn watèë rayek bungóng keumang/ kayèë di simpang peugòt keu-beukhtera/ Do-doda idang/ rangkang di blang tameh bangka/ beurijang rayek banta seudang/ beu-ek taprang nanggroë dumna/ Allah hai do doda idi/ anoë pasi riyeuk timpa/ ngòn watèë rayek banta tjutli/ ulèë ili prang tapuga. Artinya, dangan di sawah bertiang/laksalah besar buah hati/pergi tebang hutan raya/burung subang terbang melayang/setelah besar anak sayang/kayu di simpang buatkan kapal/lekaslah besar buah hati/untuk menyerang semua negara/pasir pantai dihempas ombak/setelah besar buah hati/ke segenap penjuru pergi berperang.”

Wahai aneuk nanggroe, Mari berperang!!! Perang intelektualitas sedang menunggu kita. Perangi budaya malas dan pelupa. Beudoh Aneuk Nanggroe!!!

Kru Seumangat!


3 Responses to “Budaya, Budaya, Budaya…!!!”


  1. March 28, 2009 at 9:34 am

    saman emang luar biasa…..

  2. 2 devilfreedomscientist
    August 1, 2009 at 10:56 am

    sayangnya kita tidak menganggap itu luar biasa.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Cut Nury Hikmah Sabry

anakui.com

I’m Yellow Jackets

Photobucket

I’m Mosaist

Photobucket

Nury in her books time

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

I’m Tazmanian Freakz…

taz ngebor

Stop Bullying!!!

the ant bully

Let’s Write, baby!!!

Mari Menulis

Stop Porn!!!

Situs bersih Photobucket

 

August 2008
M T W T F S S
    Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Hits

  • None

Flickr Photos

The guardian

Untitled

1/4 daguerreotype plate in hand

More Photos

Blog Stats

  • 1,729 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.